Senin, 26 Juli 2010
dinginnya bayu di malam ini tak membekukan pikiranku,,,ku kesampingkan masalahku untuk dirimu,,,,entah mengapa bibir ini selalu menyebut namamu,,,,mungkinkah lilin disebrang pulau ini yang akan menerangiku???,langit ikut menangis melihat aku yang memikirkanmu,,,suara lonceng awan ikut mencambuk hati ini,,,tapi tetap ku... tulis untaian kata ini ,,,,berharap sang bayu mampu mengantarkannya padamu,,,
andai bi2r ini sanggup untuk berkata,,,,,
mengungkapkan ap yang ad d hatiku saat ini,,,
sang lilin mna cahayamu yang dlu tertuju pdaku,,,,
aq rindu karangan kata darimu,,,,
...aq selalu tersenyum jikalau kau mengatakan padaku,,,,,
mengatakan sesuatu yang sebenarnya tak ku inginkan,,,
tapi ku tahu itusemua untuk kebaikanku,,,,,
semoga kau tetap bahagia dsna,,,,
aq akn tetap menantimu,,,,,
dsni,,,,
d tnahmu kasih,,,,
Kamis, 24 Juni 2010
Pucuk Pimpinan Suku Patopang, Kenegerian Airtiris Dilantik
Sumber: riaupos.com
Kabupaten Kampar selama ini dikenal dengan budaya adat istiadat yang sudah diwariskan turun-termurun sejak dahulu kala. Bahkan kebesaran adat kampar ini ditandai dengan berdirinya Candi Muara Takus yang menjadi situs tertua saat ini. Pembangunan Candi muara Takus ini juga diiringi dengan sistem pemerintahan masyarakat yang sistimatis dengan perangkat ninik mamaknya yang mengatur masyarakat dalam kehidupan sehari hari.
‘’NAMUN sistem ini sudah mulai memudar berbarengan dengan sistem pemerintah yang ada saat ini. Namun, hal ini tidak perlu terjadi kalau semua pihak sepakat untuk tetap menjaga sistem tersebut,’’ ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam pelantikan Pucuk Adat Pasukuan Patopang Bustami Dt Muncak Kenegerian Airtiris, di rumah Bundo Kanduang Ramnah, RT 1, RW 1, Dusun III Padang Beringin, Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar. Senin (10/8).
Menurutnya, saat ini banyak masyarakat terutama para generasi muda yang tidak mengetahui tentang sistem adat yang dipakai selama ini di Kampar. Hal ini, ujarnya, menimbulkan kerisauan di hatinya selaku Bupati Kampar.
‘’Salah satu contoh misalnya, prosesi pelantikan dan pengukuhan ninik mamak. Saat ini memang masih ada perangkat ninik mamak yang mengetahui proses ini, namun lebih banyak yang tidak tahu. Bagaimana kalau 20 tahun atau 30 tahun mendatang? Bisa saja ini tidak diketahui sama sekali,’’ ujarnya.
Bupati mengakui menyimpan kerisauan sekaligus keprihatinan di dalam batinnya, karena ternyata masih banyak pihak yang belum mengusai tata cara prosesi penobatan ninik mamak. Padahal, sebenarnya prosesi acara penobatan ninik mamak perlu tata cara yang standar dan telah dibakukan, sehingga dapat dikuasai oleh satu generasi ke generasi berikutnya.
‘’Untuk itu, mari kita himpun tata cara prosesi penobatan ninik mamak tersebut dalam sebuah tulisan yang dapat dijadikan pedoman. Saya juga risau karena generasi muda kurang antusias untuk hadir pada acara penobatan ninik mamak, sebab realitanya yang hadir adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang umurnya di atas 40 tahun,’’ ujarnya.
Tidak Terpisahkan dari Kampar
Keberadaan ninik mamak sebagai perangkat adat dalam kenegerian di Kabupaten Kampar bukanlah semata-mata sebagai suatu simbol adat semata namun mempunyai arti penting dalam masyarakat Kampar.
‘’Bahkan dapat dikatakan, ninik mamak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kampar. Tidak adanya ninik mamak sama artinya dengan tidak adanya Kampar,’’ ujar Bupati, selaku Payung Panji Kebesaran Adat Kabupaten Kampar.
Hadir pada penobatan tersebut Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kampar Drs H Masri Maahu MSi, Kepala Bappeda Kampar Ir H Nurahmi, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Drs H Syamsul Bahri MSi, Camat Kampar Joni Safrin SSos, Kapolsek Kampar Iptu Sumarno, Danramil Kampar, Ninik Mamak Nan XII Kenegarian Air Tiris, Kepala Desa Simpang Kubu, dan ratusan anak keponakan dari Persukuan Putopang dan undangan lainnya.
Khusus kepada H Bustami yang dinobatkan sebagai Datuk Rajo Muncak, Bupati mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab ninik mamak itu sangat berat, sekaligus sangat mulia dalam membina hubungan silaturrahmi anak kemenakan, maupun dengan lapisan masyarakat lainnya.
‘’Seorang ninik mamak dituntut untuk selalu bersikap benar, dapat dipercaya, cerdas, dan berani menyampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Ninik mamak, selain sebagai orang tua yang dituakan oleh anak keponakan, juga sebagai mitra pemerintah sebagaimana pepatah kita mengatakan ‘’Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajarangan’’ dalam hal ini ninik mamak, pemerintah dan alim ulama harus bersatu padu dan bahu membahu membangun negeri,’’ paparnya.
Prosesi penobatan H Bustami sebagai Datuk Muncak Persukuan Putopang Teratak Tarok Desa Simpang Kubu dilaksanakan karena kepala persukuan Putopang yang terdahulu yakni H Harmaini Datuk Rajo Muncak telah meninggal dunia sejak setahun yang lalu. Lalu ditunjuk pejabat sementara H Zakaria. Terakhir, berdasarkan kesepakatan anak kemenakan beserta urang sumondo Persukuan Putopang, dinobatkanlah H Bustami sebagai Datuk Rajo Muncak Suku Putopang Teratak Tarok Desa Simpang Kubu.
Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Datuk Gindo Marajo dengan pemasangan detau (kopiah berlilit tanda kebesaran adat) dan dilanjutkan dengan pengukuhan sumpah sebagai tanda legitimasi secara adat, yang telah dilakukan secara turun temurun. Acara penobatan juga ditandai dengan pemotongan kambing sebagai tanda kebesaran pengangkatan ninik mamak Persukuan Putopang. Acara yang dihadiri sekitar 200 undangan tersebut, juga ditandai dengan makan bajambau.***
Sumber: riaupos.com
Kabupaten Kampar selama ini dikenal dengan budaya adat istiadat yang sudah diwariskan turun-termurun sejak dahulu kala. Bahkan kebesaran adat kampar ini ditandai dengan berdirinya Candi Muara Takus yang menjadi situs tertua saat ini. Pembangunan Candi muara Takus ini juga diiringi dengan sistem pemerintahan masyarakat yang sistimatis dengan perangkat ninik mamaknya yang mengatur masyarakat dalam kehidupan sehari hari.
‘’NAMUN sistem ini sudah mulai memudar berbarengan dengan sistem pemerintah yang ada saat ini. Namun, hal ini tidak perlu terjadi kalau semua pihak sepakat untuk tetap menjaga sistem tersebut,’’ ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam pelantikan Pucuk Adat Pasukuan Patopang Bustami Dt Muncak Kenegerian Airtiris, di rumah Bundo Kanduang Ramnah, RT 1, RW 1, Dusun III Padang Beringin, Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar. Senin (10/8).
Menurutnya, saat ini banyak masyarakat terutama para generasi muda yang tidak mengetahui tentang sistem adat yang dipakai selama ini di Kampar. Hal ini, ujarnya, menimbulkan kerisauan di hatinya selaku Bupati Kampar.
‘’Salah satu contoh misalnya, prosesi pelantikan dan pengukuhan ninik mamak. Saat ini memang masih ada perangkat ninik mamak yang mengetahui proses ini, namun lebih banyak yang tidak tahu. Bagaimana kalau 20 tahun atau 30 tahun mendatang? Bisa saja ini tidak diketahui sama sekali,’’ ujarnya.
Bupati mengakui menyimpan kerisauan sekaligus keprihatinan di dalam batinnya, karena ternyata masih banyak pihak yang belum mengusai tata cara prosesi penobatan ninik mamak. Padahal, sebenarnya prosesi acara penobatan ninik mamak perlu tata cara yang standar dan telah dibakukan, sehingga dapat dikuasai oleh satu generasi ke generasi berikutnya.
‘’Untuk itu, mari kita himpun tata cara prosesi penobatan ninik mamak tersebut dalam sebuah tulisan yang dapat dijadikan pedoman. Saya juga risau karena generasi muda kurang antusias untuk hadir pada acara penobatan ninik mamak, sebab realitanya yang hadir adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang umurnya di atas 40 tahun,’’ ujarnya.
Tidak Terpisahkan dari Kampar
Keberadaan ninik mamak sebagai perangkat adat dalam kenegerian di Kabupaten Kampar bukanlah semata-mata sebagai suatu simbol adat semata namun mempunyai arti penting dalam masyarakat Kampar.
‘’Bahkan dapat dikatakan, ninik mamak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kampar. Tidak adanya ninik mamak sama artinya dengan tidak adanya Kampar,’’ ujar Bupati, selaku Payung Panji Kebesaran Adat Kabupaten Kampar.
Hadir pada penobatan tersebut Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kampar Drs H Masri Maahu MSi, Kepala Bappeda Kampar Ir H Nurahmi, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Drs H Syamsul Bahri MSi, Camat Kampar Joni Safrin SSos, Kapolsek Kampar Iptu Sumarno, Danramil Kampar, Ninik Mamak Nan XII Kenegarian Air Tiris, Kepala Desa Simpang Kubu, dan ratusan anak keponakan dari Persukuan Putopang dan undangan lainnya.
Khusus kepada H Bustami yang dinobatkan sebagai Datuk Rajo Muncak, Bupati mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab ninik mamak itu sangat berat, sekaligus sangat mulia dalam membina hubungan silaturrahmi anak kemenakan, maupun dengan lapisan masyarakat lainnya.
‘’Seorang ninik mamak dituntut untuk selalu bersikap benar, dapat dipercaya, cerdas, dan berani menyampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Ninik mamak, selain sebagai orang tua yang dituakan oleh anak keponakan, juga sebagai mitra pemerintah sebagaimana pepatah kita mengatakan ‘’Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajarangan’’ dalam hal ini ninik mamak, pemerintah dan alim ulama harus bersatu padu dan bahu membahu membangun negeri,’’ paparnya.
Prosesi penobatan H Bustami sebagai Datuk Muncak Persukuan Putopang Teratak Tarok Desa Simpang Kubu dilaksanakan karena kepala persukuan Putopang yang terdahulu yakni H Harmaini Datuk Rajo Muncak telah meninggal dunia sejak setahun yang lalu. Lalu ditunjuk pejabat sementara H Zakaria. Terakhir, berdasarkan kesepakatan anak kemenakan beserta urang sumondo Persukuan Putopang, dinobatkanlah H Bustami sebagai Datuk Rajo Muncak Suku Putopang Teratak Tarok Desa Simpang Kubu.
Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Datuk Gindo Marajo dengan pemasangan detau (kopiah berlilit tanda kebesaran adat) dan dilanjutkan dengan pengukuhan sumpah sebagai tanda legitimasi secara adat, yang telah dilakukan secara turun temurun. Acara penobatan juga ditandai dengan pemotongan kambing sebagai tanda kebesaran pengangkatan ninik mamak Persukuan Putopang. Acara yang dihadiri sekitar 200 undangan tersebut, juga ditandai dengan makan bajambau.***
Selasa, 22 Juni 2010
Nyatanya kalian hanya panjang tangan
Malang melintang di hutan kami
Menebar benci dan dengki
Katanya ajaran yang di amanatkan kepada kalian adalah cinta kasih
Nyatanya sekedar cinta pada diri yang tak terkendali
Katanya kalian pencinta alam
Nyatanya sekedar suka bercinta dengan alam
Dari kami kalian berasal
Tapi kami asing dengan kalian
Kalian toreh kulit kayu dan batu kami
"hanya tuk sekedar nama-nama kecil
Jinjinglah terompahmu
Injaklah kaki di batu-batu kecil kami yang memberi refleksi
Berwudhu'lah di air kami
Basuh mukamu sepuas syukurmu
Syukur jauh dari sekedar memuji-Nya
Syukur jauh dari sekedar menikmati
Makanlah dengan tangan telanjang di tepi kolam kami
Bersama teratai,capung,burung,katak dan burung-burung kami
Bersatulah dengan kami
Binalah tempat berpijakmu ini
Niscaya akan kami mintakan kepadaNya
Pemilik jagad ini
"tuk meneguhkan kedudukanmu dimuka bumi
Sampai suatu saat,
Kami kehilangan dari pandanganmu
Karena kami hanya segelintir ayat-Nya
Di jagad-Nya yang luas ini
Post by sanggabuana on Jul 23, 2005, 10:19am
aku adalah seekor burung
mungkin engkau talah lama mengenalku
kerna aku sering menggodamu pagi hari
tak peduli apakah engkau sedang bercumbu dengan mimpi
aku adalah seekor burung
mungkin engkau tahu tentang aku
yang tak pernah lelah berceloteh
yang tak pernah bosan berkencan dengan dahan-dahan dan dedaunan
aku adalah seekor burung
dulu,memang aku selalu begitu
terbang mengarak darah dan harapan
kepak sayap sarat angan-angan masa depan
sementara paruhku
tak pernah kubiarkan menyimpan keluh-kesah
tapi,O siapakah gerangan
yang diam-diam mengubur arti dulu
membungkam mulutku dan menyekat suaraku
hingga aku tak mampi lagi bersenandung
padahal dalam benakku
masih kusimpan rindu melagukan nyanyian
setelah aku kehilangan pepohonan
tempat bercanda bersama teman-teman
haruskah sekarang aku kehilangan kehidupan
ah,laras senjatamu itu
belum jera juga menguliti kebebasanku
entahlah telah berapa banyak
nyawa sesamaku yang terampas
di terjang tangan-tangan gagah
ditelan langkah-langkah pongah
sebenarnya,aku masih ingin akrab dengan matahari
mengadukan segala rupa persoalan
tapi,begitulah akhirnya
hari-hariku di sini kian tak utuh
biarlah,kukabarkan pada dunia
bahwa sekarang di sini
aku adalah seekor burung
yang menanti jatuh
puisi alam
Rinduku terpahat dalam batu
suaraku mengalir bersama air
bertebaran menjadi bunga-bunga keabadian.
Aku patrikan diriku pada alam
cinta,tembang,lara,berlagu di pucuk cemara
angin semilir padamkan gelora.
Aku tak,kaupun tak,kita tak paham
bagaimana laut dengan cintanya
mematrikan diri pada tebing terjal.
Aku ingin belah sepi
tatkala bulan bersemi
tapi kemana kan kupautkan rindu
ketika air tak lagi bergemericik jernih.
Kepada alam jiwaku bermalam
suaraku mengalir bersama air
bertebaran menjadi bunga-bunga keabadian.
Aku patrikan diriku pada alam
cinta,tembang,lara,berlagu di pucuk cemara
angin semilir padamkan gelora.
Aku tak,kaupun tak,kita tak paham
bagaimana laut dengan cintanya
mematrikan diri pada tebing terjal.
Aku ingin belah sepi
tatkala bulan bersemi
tapi kemana kan kupautkan rindu
ketika air tak lagi bergemericik jernih.
Kepada alam jiwaku bermalam
Selasa, 15 Juni 2010
Portugal gagal meraih hasil maksimal di laga pertamanya di Piala Dunia 2010. Bintang Seleccao das Quinnas Cristiano Ronaldo menilai negaranya sedang sial.
Portugal bermain imbang 0-0 melawan Pantai Gading, Selasa (15/6/2010) malam WIB. “Saya yakin kami bermain bagus. Kami gagal menang hanya karena sial saja,” ujar Ronaldo seperti dikutip dari situs resmi klubnya, Real Madrid.
Di pertandingan tersebut, Ronaldo menyaksikan tembakannya berhasil menaklukkan kiper The Elephants, namun masih membentur tiang gawang sehingga gagal-lah upaya Portugal mencetak angka.
“Kami paham bahwa Pantai Gading tak akan menyerang kami terlalu intens. Memang mereka cukup menekan di babak kedua, namun mereka takut pada kami,” tambah pemain termahal dunia tersebut.
Korea Utara dan Brasil menjadi lawan selanjutnya bagi Portugal. Poin penuh harus diraih anak buah Carlos Queiroz ini demi mengamankan tiket ke babak berikutnya. Yang jelas baik Chollima maupun Samba merupakan lawan yang berat..
“Kami tidak boleh terjebak dalam celah kesalahan yang kami buat, sebab kompetisi sekarang menjadi terbuka,” tutup Ronaldo.
Portugal bermain imbang 0-0 melawan Pantai Gading, Selasa (15/6/2010) malam WIB. “Saya yakin kami bermain bagus. Kami gagal menang hanya karena sial saja,” ujar Ronaldo seperti dikutip dari situs resmi klubnya, Real Madrid.
Di pertandingan tersebut, Ronaldo menyaksikan tembakannya berhasil menaklukkan kiper The Elephants, namun masih membentur tiang gawang sehingga gagal-lah upaya Portugal mencetak angka.
“Kami paham bahwa Pantai Gading tak akan menyerang kami terlalu intens. Memang mereka cukup menekan di babak kedua, namun mereka takut pada kami,” tambah pemain termahal dunia tersebut.
Korea Utara dan Brasil menjadi lawan selanjutnya bagi Portugal. Poin penuh harus diraih anak buah Carlos Queiroz ini demi mengamankan tiket ke babak berikutnya. Yang jelas baik Chollima maupun Samba merupakan lawan yang berat..
“Kami tidak boleh terjebak dalam celah kesalahan yang kami buat, sebab kompetisi sekarang menjadi terbuka,” tutup Ronaldo.
Sabtu, 12 Juni 2010
Kabupaten Karimun adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotaTanjung Balai Karimun. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 7.984 km², dengan luas daratan 1.524 km² dan luas lautan 6.460 km². Kabupaten Karimun terdiri dari 198 pulau dengan 67 diantaranya berpenghuni. Karimun memiliki jumlah penduduk sebanyak 174.784 jiwa. Kabupaten Karimun terletak di
Langganan:
Postingan (Atom)